Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar Diprioritaskan bagi Daerah Paling Terdampak
Tapakberita.com. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp240 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) akan diprioritaskan bagi daerah yang paling terdampak. Pernyataan itu disampaikan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).
Dua Dasar Prioritas Penyaluran
Menurut Bima, prioritas pertama adalah daerah dengan dampak terbesar. "Pasti akan diprioritaskan kepada daerah yang paling terdampak, satu," kata Bima.
Prioritas kedua adalah daerah yang kondisi kedaruratannya lebih berat dibandingkan wilayah lain.
Satgas dan BNPB Atur Mekanisme
Bima mengatakan mekanisme pembagian Banpres ditangani satuan tugas (satgas) yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut dia, satgas sudah memiliki pengalaman dan sistem untuk menentukan bantuan mana yang disalurkan melalui pemerintah daerah dan mana yang dikelola langsung oleh BNPB.
Banpres dari Presiden Prabowo
Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan Banpres sebesar Rp240 miliar untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Dengan prioritas berdasarkan tingkat dampak dan kedaruratan, penyaluran bantuan diarahkan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah yang paling membutuhkan.
Sumber: Suara.com
Editorial Tapakberita.com