TRENDING
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisata
tapakberita.com › kesehatan

Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Penyebab dan Kapan ke Dokter

Administrator Kesehatan, Berita
Senin, 19 Okt 2026 07:00 WIB
0
Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Penyebab dan Kapan ke Dokter
Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Penyebab dan Kapan ke Dokter

Tapakberita.com. Kedutan pada kelopak mata kiri atas umumnya merupakan kontraksi otot yang terjadi spontan, bukan pertanda peristiwa di masa depan. Penjelasan ini dimuat Suara.com pada Minggu (18/10/2026). Kondisi tersebut biasanya dipicu kelelahan, kurang tidur, stres, kecemasan, atau konsumsi kafein berlebih.

Suara.com menyebut keyakinan masyarakat yang mengaitkan kedutan dengan kabar baik atau kejadian buruk tidak punya bukti ilmiah. Secara medis, kedutan ini disebut myokymia kelopak mata, yaitu kontraksi ringan dan berulang pada otot di sekitar kelopak. Kedutan biasanya terjadi pada satu mata, berlangsung beberapa detik hingga menit, dan bisa berulang. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Kelopak bawah juga dapat mengalami hal serupa.

Kurang tidur, pemakaian komputer atau aktivitas membaca yang terlalu lama, dan kelelahan mata dapat memicu kedutan. Sumber menyarankan jadwal tidur yang teratur dan istirahat dari perangkat digital. Hasilnya disebut berbeda pada tiap orang.

Stres dan kecemasan meningkatkan ketegangan otot serta memengaruhi sistem saraf, terutama jika tidur kurang baik. Kafein dari kopi, teh, dan minuman energi dapat memperburuk gejala pada orang yang sensitif. Sumber menyarankan mengurangi kafein secara bertahap, mengelola stres, dan beristirahat cukup.

Asupan cairan yang cukup mendukung fungsi otot dan saraf, sedangkan ketidakseimbangan elektrolit dapat memengaruhi otot. Namun, satu kedutan belum cukup untuk memastikan kekurangan mineral. Karena itu, suplemen magnesium belum tentu diperlukan tanpa mengetahui penyebabnya. Obat tertentu juga dapat menimbulkan efek samping pada saraf atau otot. Jika kedutan muncul setelah memulai obat, konsultasikan dengan dokter atau apoteker, dan jangan menghentikan obat resep tanpa arahan medis.

Kedutan biasanya membaik setelah pemicunya dikurangi. Pemeriksaan ke tenaga medis dianjurkan jika kedutan berlangsung beberapa pekan, kelopak menutup penuh setiap kali berkedut, atau kedutan menjalar ke bagian wajah lain.

Segera cari bantuan medis jika kedutan disertai kelopak yang turun, mata merah atau bengkak, keluar cairan tidak biasa, atau gangguan penglihatan. Layanan gawat darurat diperlukan bila muncul kelemahan wajah secara mendadak, terutama dengan kesulitan berbicara atau kelemahan pada anggota gerak.

Editorial Tapakberita.com: Informasi ini membantu pembaca Riau membedakan keyakinan turun-temurun dari penjelasan medis. Karena sumber tidak menyebut dokter atau lembaga rujukan [PERLU DICEK], pembaca yang mengalami gejala berkepanjangan sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Sumber: Suara.com

0
TAGS
BERITA TERKAITSelengkapnya →
BERITA TAPAKBERITA.COM LAINNYA
0 Komentar
Tulis Komentar...
Kanal
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisataIndeks Berita