TRENDING
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisata
tapakberita.com › berita

Pemprov Jabar Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Gunung Ciremai

Administrator Berita, Nasional
Sabtu, 24 Okt 2026 20:28 WIB
0
Ilustrasi hutan pegunungan tropis dengan asap tipis di lereng saat pagi hari.
Ilustrasi hutan pegunungan tropis dengan asap tipis di lereng saat pagi hari.

Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, relatif selesai dipadamkan setelah dua hari penanganan. Pernyataan itu disampaikan di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026), setelah ia memantau langsung proses pemadaman yang kini memakai helikopter water bombing.

Pemantauan Udara dan Luas Area Terbakar

KDM mengatakan helikopter water bombing sudah turun ke lokasi pada hari itu. Ia ikut berkeliling dengan helikopter untuk memastikan titik prioritas penanganan. "Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas, dan (kebakaran) itu sudah menurun," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas area yang terbakar tidak sampai 60 hektare seperti isu yang beredar. KDM menyebut area yang terbakar seluas 30 hektare. Setelah penanganan pada hari sebelumnya, api yang tersisa tinggal sekitar 20 persen, dan berada di titik yang tidak terlalu rawan.

Helikopter Bantuan dari Sejumlah Instansi

Untuk memastikan api tidak meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengerahkan helikopter bantuan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Angkatan Udara, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter itu melakukan water bombing di titik-titik yang sulit dijangkau.

Strategi Menyekat Api Lewat Kanal Alami

KDM menjelaskan bahwa medan Gunung Ciremai berbeda dengan Kalimantan. Di Kalimantan, api menjalar ke samping. Di Ciremai, api merambat ke atas, sedangkan sumber air di lokasi terbatas.

Untuk mengatasinya, Pemprov Jabar menerapkan strategi menyekat api dengan memfungsikan kembali kanal alami di dalam hutan. "Ternyata hutan itu secara alaminya ada sungai yang menjadi kanal. Kanal itu sudah ada," kata KDM.

Ia menyebut sebanyak 500 orang digerakkan pada hari itu untuk memfungsikan kembali kanal tersebut. Sampah di kanal diangkat agar aliran air yang turun nanti dapat menutupi kanal, sehingga api tidak bisa menyeberang jika terjadi kebakaran.

Imbauan Menjelang Musim Tanam

KDM juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam November. Ia menyebut kemungkinan ada warga yang membakar ilalang, karena hal itu lazim dilakukan menjelang November saat petani mulai menanam.

Menurut KDM, praktik tersebut tidak boleh lagi dilakukan.

Sumber: CNN Indonesia

Editorial Tapakberita.com

0
TAGS
BERITA TERKAITSelengkapnya →
BERITA TAPAKBERITA.COM LAINNYA
0 Komentar
Tulis Komentar...
Kanal
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisataIndeks Berita