TRENDING
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisata
tapakberita.com › nasional

PAN Tetap Kawal Pemerintahan Prabowo Meski Elektabilitas Dedi Mulyadi Unggul di Survei IPO

Administrator Nasional, Politik
Sabtu, 24 Okt 2026 19:25 WIB
0
Ilustrasi lembar survei opini publik di atas meja kerja.
Ilustrasi lembar survei opini publik di atas meja kerja.

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto menegaskan partainya tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan. Pernyataan itu disampaikan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026), setelah survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di atas Prabowo dalam bursa calon presiden 2029.

Bima menilai hasil survei itu perlu dicermati lebih dulu, terutama dari sisi kredibilitas lembaga dan ketepatan metodologinya. "Nah, jadi sebelum memberikan penilaian, ya kita harus pastikan lembaga surveinya itu metodologinya tepat atau tidak. Itu pertama," kata Bima.

Ia menegaskan PAN belum mengubah sikap politiknya. Menurut Bima, PAN saat ini berada dalam komitmen koalisi pemerintahan, sehingga fokus partai tersebut adalah mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan Prabowo sampai masa jabatan berakhir. "Ya, belum ada skenario yang lain. Belum ada skenario yang lain," tegasnya.

Hasil Survei IPO

Survei IPO memotret elektabilitas calon presiden 2029 dalam dua simulasi. Pada simulasi spontan atau top of mind, Dedi Mulyadi, yang juga dikenal dengan sebutan KDM, meraih 33,7 persen. Angka itu lebih dari dua kali lipat elektabilitas Prabowo yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen. Tiga nama berikutnya adalah:

  • Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, dengan 11,3 persen.
  • Agus Harimurti Yudhoyono dengan 4,3 persen.
  • Ganjar Pranowo dengan 4,1 persen.

Keunggulan Dedi juga tampak pada simulasi tertutup yang memakai daftar nama kandidat. Dalam simulasi ini, ia memperoleh 32 persen, sementara Prabowo mendapat 18,4 persen dan Anies 12,6 persen.

Survei nasional tersebut memakai metode multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error survei ini sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ujian Politik bagi Gerindra

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai tingginya elektabilitas Dedi Mulyadi berpotensi menjadi ujian politik bagi Partai Gerindra. Alasannya, Dedi Mulyadi merupakan kader partai yang dipimpin Prabowo. Menurut dia, menjelang Pilpres 2029 Gerindra akan menghadapi pilihan strategis, yakni mendorong Dedi sebagai penerus Prabowo atau kembali mengusung presiden petahana untuk periode kedua.

Dalam sesi rilis hasil survei dan diskusi daring pada Sabtu (24/10/2026), Dedi Kurnia menyebut semua tokoh dalam daftar yang ia paparkan memiliki kemungkinan berhasrat meraih kekuasaan, tidak terkecuali Dedi Mulyadi.

Kemungkinan Berpindah Partai

Selain soal pencalonan di internal Gerindra, Dedi Kurnia menyoroti kemungkinan Dedi Mulyadi berpindah partai jika peluang pencalonan presiden terbuka melalui kendaraan politik lain. Ia menilai Dedi berpeluang kembali ke Partai Golkar, partai yang pernah menjadi kendaraan politiknya.

"Dedi Mulyadi selama ini bukan tipe politisi yang memang loyal terhadap parpol, dan itu umum dilakukan oleh semua tokoh partai politik," ujar Dedi Kurnia.

Ia juga menyebut kemungkinan Dedi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk skenario berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.

Sumber: Suara.com

Editorial Tapakberita.com

0
TAGS
BERITA TERKAITSelengkapnya →
BERITA TAPAKBERITA.COM LAINNYA
0 Komentar
Tulis Komentar...
Kanal
BeritaInternasionalNasionalPolitikEkonomiKesehatanTeknologiOlahragaHiburanOtomotifGaya HidupWisataIndeks Berita